Squad?!

By Selma Garuda - June 30, 2018


Meet My Squad #RandomPeople Blog Challenge.

Image result for when the whole squad
Pardon my retjeh joke. ok

Honestly, aku tidak pernah punya keinginan untuk berkubu-kubu dan geng-gengan atau yang semacamnya. Beda halnya dengan komunitas, karena dua hal itu nyatanya berbeda walau terlihat sama. Yo. Aku cuma ingin netral. Tapi terkadang keadaan mengharuskan kita untuk melakukannya (read: nge-squad). Mungkin karena suatu keharusan, tuntutan, atau lain sebagainya. Dan yea, kalau dilihat lagi ke belakang, entah kenapa..... aku kok nge-squad juga ya? *Gimana sih, ga konsisten amat lu sel* I'm stuck but i love it, already. Aku terjebak dalam lingkaran pertemanan yang akhirnya menjadi nyaman akannya. *Don't judge me

Teruntuk yang menemani polosnya hari-hariku di Junior High School.

A post shared by Selma Asiela Badzlin (@selmagaruda) on
Left to Right: Fika, Dina, Selma, Sekar, Salsa, Thia

We used to called WEAST. Setidaknya, itu adalah panggilan dari kita, oleh kita, dan untuk kia sendiri. Yea karena kebanyakan teman tidak tahu dengan apa itu 'WEAST'. Mereka malah lebih sering untuk menyebutnya dengan panggilan 'Anak Sampangan'. Yang karena kita memang adalah anak Sampang. Yang rumah kami ber-6 pun kurang dari 1 km. Yang udah satu sekolah selama 9 tahun lamanya! Dan teman lain pun menjadi maklum dengan hal hal seperti kenapa kita bisa menjadi sedekat ini.


Sekar pencetus nama WEAST untuk pertama kali. Yang sampai sekarang tidak ada satupun dari kami yang tahu apa arti dari nama tersebut bahkan Sekar sendiri. Sekar pernah bilang yang intinya, "Aku cuma asal" Dia hanya menyebut kata yang saat itu terbesit dalam fikirannya. Dan itu "Wessss, wes e wes e wes bablas angineee" Wes dibaca Wes tapi ditulis dengan tambahan ST dibelakangnya untuk menambah estetika dan bernuansa kebarat-baratan. Dasar westernisasi. Apaan dah -_-


Ok. Untuk menjelaskan inipun aku jadi ngos-ngos an. Rumit yea. Inhale, exhale.

Ini adalah first project kita. Soooo simple.

A post shared by Selma Asiela Badzlin (@selmagaruda) on

Namun, we must grow up. Fyi, aku dulu adalah penggemar Peter Pan. Mereka tahu kalau aku adalah fan berat karakter animasi dari film film fantasy like Harry Potter, Divergent, Narnia, etc. Dan aku stuck dengan doktrin doktrin fiktif like Peter Pan motto; Don't Grow Up, It's a trap things. Tapi i was wrong then. Yang menjadikanku sangat benci dengan perubahan. Perubahan apapun itu. Entah pada diri seseorang, lingkungan,... life. Since lot of changes hit me so hard when my brother passed away some times ago. Tapi lama-lama aku sadar kalau aku tidak bisa terus menerus berada pada zona nyaman. Maybe we must change. We must grow up. For the better.

Dan itulah yang kami rasakan sekarang. High School makes us grows to be someone better. Kita melanjutkan studi di sekolah yang berbeda, dan karena itulah kita jadi jarang main bareng. Yeah. Sesimple itu ~

minus Salsa.

Teruntuk yang menemani kerasnya kehidupan di Senior High School

Terkadang sesuatu hal dimulai dengan ketidaksengajaan. Pun tanpa terbesit motif apapun. Pada awalnya, kita terjebak didalam ruangan yang sama. Oca dan Ais adalah deskmate. Sama halnya denganku dan juga Icha. Sampai kami duduk depan-belakang. Yang mana akupun lupa apakah itu karena sistem geser tempat duduk atau sistem rebutan yang saat itu sedang berlangsung di kelas kami. Yang pasti, setelah itu kita berencana untuk hangout bareng setelah pulang sekolah.

Dan kemudian, entah di malam selepas hangout bareng, atau beberapa hari setelahnya, Icha membuat group di BBM dengan judul Imajinasi. Dasarnya? Karena di sekolah, kita sering berimajinasi! Para halu sih :'v

Kami berasal dari latar belakang yang jelas berbeda. Aku dari Cilacap desa Sampang, Ais dari Purwokerto desa Arca, Icha dari Ajibarang desa Cilongok, dan Oca dari Patikraja desa Karanganyar.
Dan kamipun tidak tahu bagaimana ceritanya kita bisa menjadi sedekat ini.

Karena perbedaan itulah, kadang banyak teman yang tidak maklum. Menganggap kita adalah geng. Walau nyatanya begitu, tapi jujur saja, itu terkesan bad bagi orang yang mendengarnya bukan? Like, kita membatasi pergaulan kita hanya sampai disitu saja, or etc. Big. No. It just suck High School thing that i don't like it. Like Oca said "We are not a gang, we just a family"

*Ok. yang penting aku yang jadi cucunya, siapapun anaknya Icha yang jadi Bapak. Oca yang jadi Ibuk. Dan Ais yang jadi Mbah. Like Oca's said. We just a family wkwkwkwk*

Mereka hanya menyelamatkanku. Atau tanpa disadari kita mungkin memang sedang menyelamatkan satu sama lain. Untuk survive dalam hal adaptasi. Jujur saja, aku sangat bersyukur untuk bertemu dengan mereka.


For those silly peoples, i don't know how i'll describe our's friendship. I know it's disgusting like u just know that i'm not including to sweet type of girl. We just colorful. One post will never enough for u guys.

Teruntuk yang mengubah High School bukan lagi sebagai neraka

Find me !

Aku sering terheran heran dengan kalimat 'Masa SMA adalah masa yang paling indah'. Bcz i think it just about a love story, and ofc i have no experience with that. Tapi kalau dipikir-pikir, ternyata kita adalah love story itu sendiri. Kita semua. Bukan hanya tentang dua insan yang sedang kasmaran blah blah blah itu.

And i do. I do know. Bahwa kalimat itu benar adanya. Selama kita menjalaninya dengan ikhlas dan gembira. Seperti apa yang mereka bawakan untukku. Kebahagiaan.

Tahun selanjutnya, aku harus melepaskan lembaran lamaku. Lagi-lagi, saat itu i stuck dengan zona nyamanku. Berbagai insecurity merambah dan membuatku khawatir tentang bagaimana lembaran baruku akan tercoret. Aku harus kembali berpisah dan kembali menemukan kelompok baru. Pun kembali beradaptasi.

Tapi, dipertemukan dengan mereka, tampaknya membuatku belajar banyak hal. Hal-hal yang sekolah ajarkan tanpa melalui kegiatan belajar mengajar. Dan, lembaran baruku aku coret dengan penuh warna bersama kalian.

I suck with having a squad label because some oknum call me that. But yea, kalian membuatku memilikinya dan berhasil membuatku nyaman akannya. *Walau membernya ofc satu kelas wkwkwk.

TUNGSER SQUAD !!! Ser tek tung ser tung ser ~

A post shared by Selma Asiela Badzlin (@selmagaruda) on
Pertamakalinya main dan minus banyak banget nih :(

That's it till now. Maybe later i will meet someone new. And you all will grows up. Just like me. But once again as the saying goes People changes, but memories don't.

And one thing u guys must know. I have flat expression on my face, make u guys don't know how i feel blessed to be met with all of u. Sukses untuk semuanya. Doaku menyertai kalian semua.

  • Share:

6 comments

  1. Wkwk, betul :" Mau gak mau, bakal kelihatan punya squad juga. Padahal dekat juga karena senasib, atau saling mengerti dan merasa cocok (?) :"D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, penginnya yang netral netral ajaa, tapi tetep deh kadang emang perlu ngesquad gitu~

      Delete
    2. Iya, pada emang suka ngumpul bareng karena udah saling ngerti macam keluarga. Dan gegara grup dikasih nama, jadi kek geng-geng-an ye :"D

      Delete
  2. Kalau Lianty mah baru di SMA ini dapat squad Sel... Wkwkwk... Soalnya dulu SMP daku terselubung banget :3 /lah?/ :v enak ya Selma punya banyak temen >•<

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi, jujur nih seringnya aku temennya juga itu itu aja kok wkwkwk :'v Aku orang yang termasuk mager buat ketemu orang dan kalo udah nyaman sama suatu kelompok jadi kayak sama itu itu aja. Tapi aku pengin berubah niii pelan pelan, semoga bisaa XD Juga belajar buat jadi netral, ke siapapun oke aja gitu :)

      Delete