Movie Review : The Greatest Showman

By Selma Garuda - March 29, 2018


Image result for the greatest showman gif

Film ini dirilis pada 20 Desember 2017 lalu. And yap! Ini adalah sebuah film musikal karya Jenny Bicks dan Bill Condon dengan lagu-lagu super owsem oleh Benj Pasek dan Justin Paul yang sebelumnya pernah menggarap di film La La Land. Wow, feelnya kedengeran beda banget but still so amazing!

Fyi, aku tertarik buat nonton film ini tuh gara gara pertama; ini adalah film musikal, dan kedua karena snapgramnya Aulion, dimana disitu dia terlihat so excited tentang film ini.

Jadi cerita ini terinspirasi dari kisah hidup Phineas Taylor Barnum, pendiri sirkus Barnum & Bailey Circus yang berdiri sejak 1871, dan baru ditutup bulan Mei tahun 2017 lalu. Wow! 147 tahun coy.

Sinopsis singkat :

Di awal cerita dikisahkan tentang Barnum, anak dari penjahit miskin yang kesengsem dengan anak orang kaya bernama Charity. Namun ayah dari Charity tidak menyukai Barnum karena kesenjangan sosial dimana Barnum merupakan anak dari seorang penjahit.

Barnum dan Charity akhirnya berpisah karena Charity harus melanjutkan studynya. Namun mereka tetap menjalin komunikasi dengan surat. Dan di masa masa tersebut, ayah Barnum meninggal yang membuat Barnum bertambah miskin sampai ia terpaksa untuk mencuri roti di pasar karena lapar. Untungnya saat menginjak dewasa, ia mempunyai pekerjaan yang tetap dan menikahi Charity yang tentu saja tanpa restu dari orangtua Charity. Mereka tinggal di apartemen kumuh dan memiliki 2 orang anak.

Sampai suatu saat perusahaan tempat Barnum bekerja bangkrut. Barnum jobless, dan dengan pinjaman dari bank, ia membuka sebuah museum berisikan patung patung lilin.

Barnum dan istrinya, juga anak-anaknya (Caroline dan Helen) promosi habis-habisan dengan mengedarkan selebaran, namun museumnya tetap tak mendapatkan apresiasi oleh masyarakat.

Barnum berfikir keras, sampai akhirnya anaknya menyelutukan ide untuk mempertunjukan 'sesuatu yang hidup', bukan benda mati seperti patung lilin yang ada di museumnya.

Like a mermaid or a unicorn.

Barnum mempertimbangkan ide dari anak-anaknya, dan mulai mencari dan mengumpulkan 'manusia-manusia unik' (pria terpendek, wanita berjenggot, dll) untuk bekerjasama dengannya dalam sebuah pertunjukan sirkus.


Benar saja, dengan kehadiran mereka, bisnis Barnum berkembang dengan pesat dan sirkusnya mulai dikenal oleh masyarakat setempat.

Menurutku, bagian ini cocok banget nih buat kalian yang suka dalam bidang entreprenuer!

Dan ngga hanya sampai situ, Barnum ingin memperkenalkan sirkusnya lebih luas lagi. Sampai saat di pertunjukkan balet putrinya, ia dipertemukan dengan Phillip Carlyle (penulis teater yang kaya raya) dan mengajaknya untuk bekerjasama dengannya.

Dengan bantuan Carlyle, sirkusnyapun sampai dihadapan Queen Victoria, Ratu Inggris.Dan perlahan lahan dapat dikenal oleh dunia.

Disinilah klimaks dimulai, dengan skandal antara Barnum dan Jenny Lind (penyanyi opera di Eropa) di dalam tournya yang sukses besar. Dimana di lain hal, sirkus dan kerluarganya Barnum tinggalkan.

Keadaan bertambah kacau saat Lind ternyata kesengsem dengan Barnum (tapi Barnumnya kagak) dan membuat istrinya cemburu dan pulang ke kampung halamannya. Dan juga terdapat beberapa kelompok yang tidak menyukai 'manusia-manusia aneh' dan membakar gedung sirkus.

Itu tidak membuat Barnum patah semangat. Perlahan-lahan, Barnum mulai menghapus segala kekacauan dan kembali kepada sirkus dan keluarganya.

Review :

70% cerita dibawakan oleh lagu. Contohnya kayak diawal cerita aja udah disuguhin sama lagu The Greatest Show dan lagu A Million Dreams, yang nantinya bakal dibawain berulang-ulang sambil menggambarkan kisah cinta Barnum dan Charity dari kecil sampai dewasa dan akhirnya punya anak. Tapi percayalah, itu nggak ngeboseninn.





Ditambah dengan color grading yang bernuansa 'magical' membuat feels menjadi lebih geregetan saat bagian Barnum dan Charity nari di atap. -ngomong apa seh Sel

Juga yang menginspirasi adalah cara-cara Barnum untuk melobby orang-orang untuk bekerjasama dengannya. Dari orang-orang freak terserbut yang awalnya merasa rendah diri sampai akhirnya Barnum yang membesarkan hati mereka untuk turut dalam sirkusnya. Dan juga saat Barnum mengajak Carlyle yang awalnya keukeh, namun akhirnya luluh. Cocok banget deh sama jiwa jiwa para entrepreneur :)



Ohyaa, kisah cinta antara Carlyle dan Anne (Anggota sirkus, pemain Trapeze) yang diperankan oleh Zac Efron (Pemain High School Musical) dan Zendaya ini juga menjadi pelengkap kisah yang menarik. Tentang orang tua Carlyle yang tidak merestui hubungannya dengan Anne, membuat Anne menjadi berkecil hati. Mereka mempertanyakan kisah cintanya dalam lagu Rewrite The Stars. Yuduuu.



Zendaya berlatih keras loh dalam aksi Trapezenya ini.

Udah berkali-kali lihat penampilan Rebecca Ferguson (pemeran Jenny Lind), tapi tetep aja merindingg. Castnya bener bener ga tanggung tanggung yaaa.


Dan didalam cerita, setelah Jenny Lind menampilkan aksinya, semua orang terpana dan membuat Barnum menjadi lebih berambisi akan kesuksesannya. Sampai-sampai merasa takut untuk memperlihatkan rekan-rekan freaknya untuk bertemu dengan Jenny Lind. Itu membuat rekan-rekannya bersedih. Namun mereka tidak tenggelam dalam kesedihan, malahan meyakinkan diri sendiri dan memberontak untuk membuktikan bahwa mereka bisa menjadi diri mereka sendiri lewat lagu This is Me. Dengar-dengar lagu yang dibawakan oleh Keala Settle ini sudah mendapat beberapa penghargaan loooh.


Pembawaan yang powerfull ini membuat orang yang mendengar menjadi tambah bersemangat dong.

Dan karena Barnum terlihat seperti terus merasa haus akan kesuksesan yang tidak ada ujungnya, membuat sirkusnya tidak terurus, dan juga keluarganya yang resah dan khawatir gituu.

Keadaan Barnum saat itu pas benget sama lirik yang ada dalam lagu Never Enough;

'towers of gold are still too little~'.


Ini nih lagu Tightrope yang menggambarkan keresahan Charity kepada Barnum. Namun disisi lain juga menceritakan sosok seorang istri yang sangaaaat setia. Overall, menurut seleraku ini adalah lagu terbagus dari lagu lagu bagus lainnya. Nggak semewah Never Enough, but musiknya tuh so easy listening gitu deh. Intinya, sederhana tapi bagus. I don't know why this song is so underrated than other soundtrack :(

Dan dibagian ini, ancur deh aku, nangis. I feel so bad for Charity.

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari film ini. Tentang kehidupan, keluarga, persahabatan, cinta, dan masih banyak lagi.

Seperti toleransi, tentang yang namanya manusia pasti mempunyai kekurangan. Karena itulah, sudah sewajarnya bahwa setiap manusia berhak untuk mencintai dan dicintai ❤

Ohya! For your information, ada orang Indonesia juga loh yang turut serta dalam pembuatan film ini. Yaitu karya Rinaldy A Yunardi dengan desain aksesorisnya.

So, that's my movie review for The Greatest Showman.

Hope you enjoy it!

  • Share:

0 comments