Kesalahanku, Penyesalanku

By Selma Garuda - June 15, 2018


My Fav Moment #RandomPeople Blog Challenge.

Image result for milky way bromo

Selamat Lebaran ! 

Karena kita memang benar-benar mengucapkannya. Iya kan?

Mengingat suatu malam tepat satu bulan lalu, ketika jalanan desa dipenuhi rombongan bergenggamkan obor yang menentramkan. Dan suara merdu pukul 3 dini hari dari masjid masjid terdekat. Terdengar memanggil jiwa jiwa yang masih terlelap. Membangunkan kelopak mata yang masih berada dalam alam mimpi, tanpa peduli dinginnya malam yang menikam. Disertai para remaja yang berkeliling membawa bedug riuh ramai melewati gang-gang desa, yang dengan penuh semangat tidak menghiraukan kantuk. Dan juga adzan maghrib yang selalu dinanti-nanti kehadirannya.

Untuk semua itu,

Apakah kita tidak rindu?

Mengingat nyatanya, 'Marhaban Ya Ramadhan!' kita tak sebenar-benar 'Selamat Hari Raya' kita. Yang tidak dikatakan dengan sungguh sungguh. Yang tidak berasal dari hati kita terdalam. Malah jangan-jangan, yang hanya kita anggap sebagai ritual untuk keafdolan saja?

Mengingat sebelum ramadhanpun kita sempat berfikiran untuk makan sebanyak-banyaknya, sepuaspuasnya. Mumpung belum ramadhan.
Serta semangat yang menggebu-gebu untuk shalat tarawih dan tadarus Qur'an. Padahal shaf masjid menjadi semakin berkurang di pertengahan bulan. Yang kemudian macet di sepuluh hari terakhir ramadhan. Sedangkan untuk membeli baju diskonan, takan pernah terlewatkan.

Padahal kala itu, warga langit sedang sibuk-sibuknya. Membuka pintu pintu langit untuk doa doa yang siap dijabah. Bulan dimana neraka ditutup dan surga dibuka lebar-lebar, dimana kita memiliki peluang untuk masuk surga lebih besar mendahului para syahid sekalipun.

Kapan lagi? Kenapa kita melewatkannya begitu saja?

Padahal Rasulullah, manusia paling mulia sekalipun, sempat menangisi dirinya sepanjang malam, memohon agar amalan amalannya diterima. Sedangkan kita?

Lembaran Qur'an masih menunggu untuk dikhatamkan bahkan ketika takbir mulai dikumandangkan. Selamat Lebaran! Yang benar-benar kita ucapkan. Yang ketika itu pula, kita menjadi merasa telah meraih kemenangan.

Sebelum Ramadhan pergi, rasanya aku ingin menangis. Menangisi kebodohan, kelalaian, keegoisan. Menangisi waktu yang terbuang sia-sia. Karena kita tidak pernah dijanjikan sedikitpun tentang dunia. Tentang hari esok. Tentang, apakah kita akan bertemu dengan ramadhan selanjutnya?

Kalau ini adalah yang terakhir, sudah siapkah bekal kita untuk menghadap kepada-Nya?


اللهُ أَكبَرُ ، اللهُ أَكبَرُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ، وَ اللهُ أَكبَرُ ، اللهُ أَكبَرُ ، و للهِ الحَمدُ

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada tuhan kecuali Allah, dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah”

Selamat Idul Fitri 1439 H !

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum semuanya!

  • Share:

0 comments