Bintangmu

By Selma Garuda - June 19, 2018



Related image

Dari Bulan, sahabatmu.

Andromedaku sayang. Nyaris 10 tahun aku mengharapkannya. Beruntung, itu masih dalam kategori 'nyaris'. Karena aku sudah bertekad, bahwa esok, aku harus melupakannya. Ya. Harus. Kalau bisa, aku amnesia saja seumur hidup! Agar aku bisa lupa.

Terdengar cukup sulit. Karena memang tidak segampang itu untuk berharap kepada seseorang yang takan pernah balik berharap. Ya, kau bisa menyebutnya cliche'. Karena memang begitu.

Beberapa hari lalu, rasanya badanku seperti ditusuk seribu jarum saat mendapati secarik kertas yang berada di selipan pintu rumah. Terlebih ketika aku mulai membacanya. Hatiku mencelos.

Andromedaku sayang. Seseorang itu, akan segera menikah.

Lelaki yang aku harapkan nyaris 10 tahun lamanya. Dalam diam.

Dan disinilah aku sekarang. Berada di suatu gedung lantai lima. Menulis surat untukmu didalam kamar mandi. Karena beberapa menit yang lalu aku kabur dari ruangan itu. Aku tidak kuat untuk mendengar Bintang mengucapkan sumpah kepada pasangannya. Aku tidak bisa untuk hanya duduk melihatnya dengan pandangan yang nanar.

Padahal dengan berbaik hati, mereka telah menunjukku sebagai saksi atas acara sakral tersebut. Yang nyatanya malah hanya akan membuatku sulit bernafas.Yang hanya dapat membunuhku secara perlahan.

Andromedaku sayang, sejak lahir kita memang terbiasa untuk bersama bukan? Dan seperti yang kau ketahui, aku terlalu kaku untuk masalah cinta. Kau tahu pasti kalau aku akan segera bergumam 'klise' didepanmu jika kau menyinggung-nyinggung soal itu. Yang tanpa kusadari, mungkin itu akan membuatmu sakit hati. Maafkan aku.

Apakah kau tersentak mendengarnya? Mungkin kau akan dipenuhi dengan rasa sesal setelah membacanya. Ataupun tidak. Aku tidak akan menuduhmu. Karena aku sudah tidak lagi peduli.

Andromedaku sayang, banyak hal kecil manis yang telah kau lakukan untukku. Aku yakin kau masih mengingatnya. Kau pernah bertanya kepadaku tentang "Bulan, apakah kau percaya adanya persahabatan yang murni antara dua insan berbeda jenis?" Mendengarnya aku sedikit terkejut. Kemudian aku tertawa terbahak-bahak. "Kau sinting? Bukankah kau telah menjalaninya sendiri? Bagaimana menurutmu?" Dan kau tidak menjawab. Kemudian aku merasa bersalah.

Sahabat adalah sahabat.

Yang aku percaya, kau sedikit menaruh harapan kepadaku bukan? Mungkin aku benar. Atau mungkin saja aku memang sedang ge-er. Tapi tolong, aku akan senang jika kau mengakuinya.

Karena dari hatiku yang paling dalam, aku tahu jika aku sedang berbohong kepada diriku sendiri. Aku tahu bahwa akupun sedikit berharap kepadamu. Aku tahu jika aku akan merasa aman jika berada di sebelahmu. Aku tahu..

Tapi aku mengingkarinya. Karena aku tidak ingin kehilangan sahabatku. Ya. Seseorang itu, adalah kau, Andromeda.

Andromedaku sayang, itu adalah rahasia besarku.

Kita impas, Andromeda.

Masih terdengar jelas ketika kau juga membocorkan rahasiamu beberapa minggu lalu. "Bulan, sebentar lagi aku akan menikah.." Dan aku benar-benar senang mendengarnya. Pura-pura senang. Andromeda, katakan padaku bahwa aku pantas menjadi aktris hollywood saaat itu. Tapi tidak dengan sekarang.

Hatiku hancur lebur ketika tahu bahwa kau akan segera menikah. Kemudian mati rasa ketika tahu bahwa pilihanmu adalah Bintang. Teman laki lakiku. Teman spesialmu.

Oh, tampaknya lagu lagu bahagia sudah kembali diputar. Bass yang terdengar berdentum-dentum menandakan bahwa Bintang telah usai membacakan janji suci itu.

Aku harus kembali. Memasang wajah bahagia. Susah payah untuk menahan air mataku untuk tidak tumpah lagi. Sebelum aku benar-benar melupakanmu. Selamanya.

Karena aku perempuan dan itu yang membuatmu tidak pernah mengharapkanku. 

Andromedaku sayang, maafkan aku, ternyata aku cuma ge-er.

---

Aku menutup kertas itu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana susahnya Bulan menahan tangisnya. Disaat tangiskupun sudah membanjiri seluruh wajahku.

"Bulan, seharusnya kau melihatnya dengan jelas saat aku bertanya padamu tentang hal itu"

"Seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu Bulan"

"Aku mencintai Bulanku"

"Sama halnya denganku yang juga mencintai Bintangku"

"Jangan pergi"

  • Share:

0 comments