PLUVIOPHILE


# JOGJA (D-DAY)
December 29, 2017 / permalink


Day 1
Pagi jam 5, aku sudah berada di stasiun dengan membawa tas carrier, bantal perjalanan, kamera, dan gitar lele! Kayanya aku yang paling rempong deh.

Aku mencari-cari temanku dan aku melihat Temmy, Asa, Bapaknya Temmy, dan Nopel?! Dan katanya dia hanya mengantarkan Asa saja.

Dan tidak berapa lama, Celin datang, lalu disusul dengan Ilma. Awalnya aku khawatir Ilma telat karena rumahnya memang yang paling jauh, sementara tiket ada di Ilma semua, kalau dia telat, kita semua batal deh.

Selanjutnya, kita tinggal menunggu Jakol dan Piyik. Bisa bisanya, mereka datang pas ketika kita sudah akan menyerahkan tiketnya.

Dan yeay. Kita semua selamat masuk kedalam! Walau Ilma sempat degdegan karena tiketnya luntur kena hujan.

Akhirnya kita masuk ke gerbong 5 dan mencari tempat duduk. Sebelahku kosong nih Man. Hiks.
Beberapa menit sebelum kereta berangkat, ada pegawai kereta yang menghampiri kursi kami dan bertanya,

“Ada yang namanya Selma?”
Aku menjawab. Dan,
“Ini ada titipan dari ibuk”
Ternyata Mama menitipkan promag.
Aku sudah deg-degan loh Ma.
“Oke, makasih Pak”

Keretapun akhirnya berjalan. Ini adalah pertamakalinya Celin naik kereta. She’s so amazed. Wkwkwkwk.

Ditengah perjalanan, aku dan Ilma pesan makanan. Aku nasi goreng dan Ilma ayam goreng.
Dan 3 jam perjalanan tidak terasa serambi ngobrol sana sini, tau-tau kita udah sampe aja nih di stasiun lempuyangan.

WUAWWW, kita sampai di Jogja broh!
But,
Now what?

Tidak ada tujuan, akhirnya kita duduk dulu di bangku stasiun sambil mikir habis ini kita kemana. Karena yang kami kira, hostel check in tuh jam 1 sementara ini baru jam 9. Sampai akhirnya aku nelfon mbak hostel dan ternyata kita boleh check in lebih awal!.
So, Ilma langsung nelfon grab buat nganterin kita ke hostel.

Kita keluar dari stasiun dan menuju ke pertigaan depan stasiun karena kata pak grab dia udah stay disitu.

Sampai di pertigaan, ternyata kita harus pesen 2 grab karena kita bertujuh.

So, Celin menyalakan hapenya untuk menginstall aplikasinya, karena dari kami, tidak ada yang punya lagi selain Ilma. Dan proses penginstallan tidak berjalan dan banyak halang rintang. Sampai mungkin selama 10 menitan, akhirnya Celin sadar kalau ternyata mobile datanya belum di on kan. 
Duh dasar nich.

Setelah berhasil, akhirnya kita memesan 2 grab. Tim cewe dan tim cowo berpisah.
Kita juga belum tahu nih dimana dan seperti apa hostelnya. Sampai kita diturunkan oleh pak grabnya. Dan kemudian Asa menelfon mbak hostel dan yeah, akhirnya ketemu.

Jujur nih, awalnya, kesanku tidak mengenakkan akan hostel tersebut, namun ternyata itu hanya kesan awal saja, karena kesan selanjutnya, hostel tersebut malah lebih mengarah ke guest house yang tamu seperti boleh menganggap hostel tersebut sebagai rumah sendiri. Like, masak sendiri, boleh nyanyi nyanyi pakai gitar, dan sebagainya. Ini nih kamar tim cewe :

Foto ini diambil saat malam.

Room tour dulu gaes.

Setelah check in, kita kumpul di ruang tengah sambil makan pagi, kecuali aku dan Ilma karena udah sarapan di kereta. Kita mbahas destinasi dan transport.

Katanya, tadi saat naik grab, tim cowo dikasih tawaran dan nomor handphone oleh pak supir. Barangkali kita butuh bantuan untuk transport wisata. Namun, tempat tujuan sudah ditentukan, sementara kita khawatir akan cuaca yang sedang tidak menentu di hari hari sekarang. Jadi kita tahan dulu nih tawaran pak sopir grabnya.

Niatnya, kita mau nyewa mobilnya aja, karena dari kitapun ada yang berpotensi menjadi supir (Celin dan Piyik). Namun Celin maunya dia ¼ perjalanan aja, sementara ¾ nya diambil alih oleh Piyik. Tapi sayangnya Piyik ga berani karena kita semua disini juga ngga tau medan. Tapi saat kita tanya tanya ke mbak hostel tentang persewaan mobil, mbak hostel malah menawarkan sewa motor yang kebetulan dilantai bawah hostel adalah persewaan motor. Namun setelah mempertimbangkan lagi, akhirnya kita lebih memilih sewa mobil, karena faktor cuaca dan jarak. Dan untuk sewa mobil, mbak hostel punyanya kontak persewaan mobil+sopir dengan harga yang lumayan. Sedikit lebih mahal daripada persewaan dari pak supir grab, namun bedanya, tujuan dari persewaan mbak hostel adalah kita sendiri yang menentukan. Jadi jika kita ingin ke pantai tapi hujan, kita bisa belok ke hutan. Yeah. Fix. Kita ambil deh.

Setelah nge fix in hal tersebut, kita capek dan memutuskan untuk tidur siang sampai jam 1 an. Setelah itu kita bisa keluar sambil jalan-jalan keliling kota.

Dan woyyy, aku ngga bisa tidur. Aku bisanya gulang-gulung sambil mendengarkan dengkuran Celin yang sedang mimpi indah. Ilma yang tidurnya di ranjang atas juga ga bisa tidur, dia malah vidcall sama Manti (yang ada di sekolah).

Sampai saat jam telah menunjukkan pukul 1, aku membuka gorden kamar,  dan ternyata it’s raining outside.

“GUYS HUJAN !”
Yup, akhirnya yang dapaat dilakukan hanyalah ngobrol sana sini sambil menunggu hujan reda. Dan Alhamdulillah, jam 2 an, hujan reda.

Tim cewe berniat untuk pergi ke tamansari, sambil siap-siap, akhirnya tim cewe memutuskan untuk “Siap siap dulu aja, anak laki-laki ikut boleh, kalau engga juga yaudah kita aja gapapa”
Dan saat ngetok-ngetok ke tim cowo, ternyata mereka masih pada boboo. Namun, melihat kita udah siap, akhirnya mereka memutuskan untuk ikut dan buru-buru siap-siap juga.

YO. Kita memutuskan untuk engga jalan, kita pesen grab aja. Dan seperti biasa, 2 grab.
Tim cewe dapet sugan coy (supir ganteng), pake brio, sampe Celin yang duduk di sebelahnya grogi katanya.

Tim cewe duluan nyampe, mas sugan menurunkan kami didepan gang masuk tamansari, dan kita nunggu tim cowo lama bet yaampun. Dan you know what? Tim cowo malah dianterin sampai dalemmm, udah ditungguin malah ninggalin. Mas sugan gimana sich, kenapa kita diturunin didepan gang?

Akhirnya tim cewe jalan nyamperin tim cowo, dan kitapun bayar tiket dan masuk.
Saat itu, banyak sekali pengunjung, kita sampe ngga bisa menikmati suasana. “Belum pernah kesini? Padahal this is tempat termainstream di Jogja” kalo kata Temmy sih gitu waktu mendengar pernyataanku bahwa aku baru pertamakalinya masuk ke tamansari.
Cekrek!


Dan percayalah, sehabis foto ini, hujan deraspun turun.
Kita cari-cari tempat ini, tapi ngga ketemu Kira-kira dimana ya? Karena kita ngga boleh puter balik.

Akhirnya kita keluar lagi nih :’v, sambil nunggu hujan reda, akhirnya kita nyanyi-nyanyi ajaa. Asikin aja didalam suasana terngga-asik sekalipun.

So, kita akhirnya memutuskan untuk balik ke hostel, karena hujan ngga juga reda.

Kali ini, tim cowo naik duluan. Dan kita tim cewe, pesen grab berulangkali, tapi ditolak terus. Nasib.
Kita udah ada setengah jam nunggu grab, namun tetep aja dicancel. Jadi kaya, mereka udah nerima, terus ngebuat kita nunggu, dan akhirnya di cancel. Itu udah berkali-kali. Sampai akhirnya Ilma sadar kalau dia punya hp 2. WAT?

Jadi aplikasi ada di hp android, sementara kartu yang didaftarkan didalam aplikasi adalah kartu yang sedang dipakai di hp yang satunya. Jadi dari tadi tuh sebenarnya pak grab udah nelfon berkali-kali, namun Ilma ga angkat karena masuk ke hp yang satunya, dan akhirnya di cancel. Gitu..

Huft. Untuk yang terakhir ini, akhirnya ngga di cancel karena Ilma ngangkat hp kecilnya untuk menjelaskan lokasi kita. Maaf ya para pak pak yang sebelumnyaa, udah buat kalian bingung kita ada dimana.

Di mobil, ternyata tim cowo dah sampe duluan dari tadi, so, kita pesen pop mie ke mereka, biar mereka aja yang ke minimarket, ya karena tim cewe masih di jalan dan lebih tepatnya sih karena mager ..

Dan sesampainya di hostel, ternyata mereka masih ada di ambang pintu dan belum beli pop mie. Mereka berempat niatnya mau lari dengan satu jas hujan diatas mereka (kaya barongsai gitu), karena dua payung ada di tim cewe semua. Namun ngga jadi karena kita datang disaat yang tepat dan akhirnya mereka ke minimarket pake payung. 1 payung berdua gitu.

Setelahnya mereka balik, kita akhirnya bikin popmie bareng bareng tuh di dapur. Lalu lanjut makan. Setelah selesai makan, aku, Ilma, dan Temmy niat cover Sayang punya Via Valen, tapi ngga jadi jadi, diulang-ulang sampai mbak-mbak hostel bosen kali ya ndengerinnya.

Dan jam 9, setelah mandi, kita keluar buat makan dan jalan-jalan di daerah maliboro ala ala backpacker gitu. But, hujan. So, kita memutuskan buat makan di kfc sambil nunggu hujan reda.
Aku pesen oriental, mineral, dan zuppa soup. Setelah makan, kita bosen dan berniat untuk keluar mencari angin malam di Malioboro. Namun gerimis masih tetap awet menambah syahdu suasana Jogja. Gerimis-gerimisan, kita jalan tanpa tahu tujuan, sampai akhirnya kita berniat untuk menaiki kuda andong, namun setelah bertanya pada pak kusir, akhirnya kita tidak jadi karena ternyata ongkosnya lumayan mahal hehe.

Jadi, kita memutuskan untuk duduk duduk di bangku yang ada di Malioboro, sampai gerimis akhirnya reda juga.

Kiri belakang sebenarnya ada Temmy guys.

So, kita akhirnya memutuskan untuk jalan jalan ke tugu. Jalan kaki guys! Dari Malioboro! Dengan Piyik sebagai tour guidenyah! Ehm, sorry, maksudku, google maps.

Kita sempat salah arah nih, jadi kita putar balik. Kita jalan jalan sambil nyanyi-nyanyi bareng my guitar lele. Dan you know what ? Sampai di tugu, kita ga ngapa-ngapain. Kita cuma foto 3 biji. Dan yang paling bagus cuma 1.

Kiri belakang ke kanan depan ada Temmy, Jakol, Asa, Piyik, Celin, Selma, dan Ilma. 

Kita dah ngantuk gaes. Sampai akhirnya kita pesen go-ride dan pulang ke hostel.

Sampai di hostel, ruangan sudah gelap. Jam 00.30. Dan difikir-fikir, tata ruang hostel bagus nih buat foto. Mumpung sepi, akhirnya kita foto studio low budget dulu sebelum tidur. Cheese !


Maaf mbak mas hostel, jam 00.00 lebih kita agak berisik.


Day 2
Bangun-bangun, Ilma dan Celin udah lagi siap-siap buat mandi. Dan what?! 6.30 !
Dan aku belum shubuhan !

Maka dari itu, aku langsung loncat dan shubuhan sendiri karena Ilma dan Celin udah sholat dari tadi. Tim cowo apa kabar? Pintu kamarnya masih tertutup rapat nih!

Kamar mandi ada 3. 2 yang lain berada di tengah ruangan dan berjejeran. Sedangkan yang satunya berada di pojok belakang dekat dapur. Berhubung 2 yang lain sudah dipakai, akhirnya aku mandi di kamar mandi paling pojok belakang. Dan menurutku biasa-biasa saja sih, tidak seperti deskripsi menyeramkan Ilma tadi malam wkwkwk.

Sesudah mandi, akhirnya tim cowo bangun juga, mereka langsung bergantian untuk mandi. Dan setelahnya, aku buru-buru makan roti panggang yang sudah disiapkan oleh pegawai hostel, sampai aku lupa akan mentega! Dan yang paling parah, Celin mencampur sereal dengan teh XD. Karena persediaan roti masih banyak, niatnya kita mau mengambilnya untuk cemilan di mobil, namun karena malu dengan pegawainya, akhirnya ngga jadi deh.

Setelah makan, kita buru-buru menyiapkan barang-barang karena kita memutuskan untuk check out pagi. Dan setelah check out, pak supir sudah menunggu di depan hostel. Barang-barang kita masukan kedalam bagasi, tidak muat sih, namun pak sopir memaksakannya. Katanya, kita akan berganti mobil dengan mobil yang lebih besar. Jadi, kita berdesak-desakan untuk sementara.

Sesampainya di sebuah rumah, yang aku tidak tahu itu adalah rumah pak supir atau bukan, yang pasti, kita memang akhirnya berganti dengan mobil coklat yang ukurannya memang lebih besar. Celin berada di depan di samping pak supir yang sedang mengendarai mobil, sementara aku berada di tengah bersama dengan Temmy dan juga Piyik. Jakol, Ilma, dan Asa berada di jok belakang.
Dan are you ready guys?!

MANGUNAN!!


Dan foto dibawah ada di rumah pohon, cukup tinggi gaes. Dan maximal hanya 3 orang. Sebenarnya aku takut, namun penasaran. Jadi akhirnya naik juga dengan ditemani oleh Temmy dan Asa. Kemudian aku bergantian dengan Jakol. Sayangnya Celin, Ilma dan Piyik tidak ikut.

Asa !

Temmy !

Jakol !

Aku !

Kita !

PUNCAK BECICI !



Dibalik foto yang indah, ada teman yang rela berkorban wkwkwkwk

Tim cewe sedang ngeliatin apa sih?

Tim cowo on action.

Kita !
Next?
PINUS PENGGER !
Jadi disini kita foto sendiri sendiri karena kalo bertujuh takutnya nanti ambruk wkwkwkwk

Selma !

Celin !

Ilma !

Piyik !

Asa !

Jakol !

Temmy !

Next?
TEBING BREKSI!

Gue tunggu lo di lapangan.

Bercandaaa, maksudnya ngajak kamu buat main bola gitu

Lihat masa depaaan

Bukan, lagi liatin cecan

Mending liatin kamu ajaa

Kenapa sih pada liat liat? Aku kan jadi malu nich

Jadi intinya kita ke jogja buat jadi pawang burung

Next?
UGM GUYS !

Kampus impian sejuta umat.

Ternyata udah jam 2 guys. Sementara kereta berangkat jam 16.32. Dan pak supir ngga mau mengambil resiko jika kita terlambat. So, kita akhirnya cus ke stasiun dalam keadaan laparrr.
Aku rasa pak supir sedang buru buru entah karena apa. Dan kita buru buru diturunkan secara mendadak di tengah tengah ramainya jalan lempuyangan. Belum buat nurunin kopernya. Kebayang kan gimana kita akhirnya membuat macet kendaraan yang ada dibelakang. Pak supiiiirrrr ckckck.
Dan setelah turun, pak supir membunyikan klaksonnya sebagai tanda perpisahan. Kita mlipir di sebelah trotoar untuk berembug dimana kita akan makan.
Dan wait.

“Kameraku ngga ada heh!”
“Gorilla tripodnya Selma juga! Soalnya kameraku dipasang di gorilla tripodnya Selma”

Ilma seraya membuat panik kita semua. Awalnya, kita curiga sama Ilma, jangan jangan dia bercanda. “Yang bener Il” Dan dari raut wajah Ilma, dia terlihat serius sih.

Itu membuat kita semua tambah panik. Sampai kita sempat curiga terhadap Asa dan Piyik. Karena wajah mereka begitu datar.

“Serius lah he Sa, terakhir kan di kamu kayanya” Sampe Asa Piyik udah suwer suwer geleng geleng. Asa sedikit tegang, karena kami rasa, dia lah yang terakhir menggunakan kamera Ilma. Dan akhirnya Asa mengingat-ngingat “Seingetku sih masih ada di sebelah jok paling belakang”

Ohya ! Sewaktu di Pinus Mangunan, aku sempat meminta nomor handphone Pak Supir, karena barang kali aja kita ngga tahu mobilnya ada dimana, kan kita bisa nelfon pak supir. Dan ternyata hal-hal kecil tersebut ada manfaatnya juga!

Aku buru buru telfon ke pak supir. “Pak maaf kita dari anak anak yang tadi, minta tolong cek in di jok paling belakang ada ...”

Teman teman berbisik didepanku sambil melambaikan tangan sebagai tanda isyarat, agar lawan bicaraku di seberang sana tidak mendengar apa yang mereka sampaikan. “Jangan bilang kalau itu kamera Sel !”

Namun aku sudah terlanjur berkata “...kamera ngga ya ?” Dan semuanya menghela nafas. Gawat! Kalau terjadi hal hal yang memperburuk situasi, bisa bisa aku yang disalahkan nih!

Dan pak supir di seberang sana berkata “Oh bentar ya mba saya cek dulu, kalau ada temui saya di depan stasiun ya, kalau ngga ada nanti saya telfon lagi”

Dan dengan perasaan yang was was, akhirnya terlihat juga Pak Supir yang sedang mencari cari kita di tengah tengah jalan sambil membawa kamera Ilma yang dipasang di gorilla tripodku. Pak Supir berasa vlogger-vlogger gitu deh. Kita memanggil manggil dia sampai akhirnya dia menghampiri kita.
“Terimakasih ya Pak terimakasih” Ilma menerima kamera dan juga gorilla tripodku. Legaaa. Kita akhirnya bisa kembali cari-cari makan. Sampai pilihan terakhir ada di warung soto-bakso depan stasiun lempuyangan. Aku memesan soto dan teh hangat. Kenyanggg.

Kita masuk ke stasiun, kemudian mencetak 6 tiket karena Asa tetap stay di Jogja. Sebentar lagi dia dijemput kakaknya. See you later Asaaaaaa.

Kita berenam masuk dan sholat. Kemudian aku, Ilma, Celin, dan Temmy setelah sholat langsung cus ke gerbong saat sudah diumumkan bahwa kereta logawa sudah tiba. Sementara Jakol dan Piyik sedang boker!. Untungnya, tepat beberapa menit sebelum kereta berangkat, Jakol dan Piyik akhirnya balik ke kereta.

Dan yeaaa, Trip to Jogja is done. See you later Jogjaaaa. Thankyou verymuchhhhh.

Ini adalah salah satu wishlistku di tahun 2017. Dan siapa sangka, hal tersebut terkabulkan juga di penghujung tahun. Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan Sel?

Dan guys,

Yang aku dapatkan dari trip ini adalah sebuah kebersamaan. Sebuah komitmen. Pergerakan. Keihklasan. Kemandirian. Ambisi. Dan masih banyak lagi.

Karena harus di akui. Menurutku, trip ini memang melewati beberapa halangan yang tidak sedikit. Namun karena kebersamaan lah, karena ambisi dan pergerakanlah, yang membuat kenangan ini berhasil kita ukir sebagai suatu memori dalam masa masa SMA.

Tugas kita bukanlah mengutuk dan menunggu hujan reda, tugas kita adalah bagaimana kita menari dibawah hujan dengan hati gembira. Karena kita percaya, bahwa akan datang sebuah pelangi setelah hujan reda. Dan kita percaya, hari yang cerah sedang menunggu kita untuk menjemputnya.

Guys, this is not about the destination.

This is about the journey.

Terimakasih untuk kenangan yang luar biasa ini kepada semua yang sudah terlibat !

Labels: ,


0 comment(s) on current post.